Updating Results

Tips lolos focus group discussion dan contoh studi kasusnya

Hidayati

Careers Commentator
Mau lolos tahapan seleksi focus group discussion? Yuk pahami beberapa tips dan contoh studi kasusnya di artikel ini!

Focus group discussion saat ini sudah banyak digunakan sebagai salah satu tahapan seleksi pekerjaan. Terutama seleksi pekerjaan dalam program akselerasi karir, seperti Management Trainee, Officer Development Program, Management Development Program, ataupun jenis program akselerasi lainnya. 

Sama halnya dengan tahapan interview, untuk bisa lolos di tahapan focus group discussion juga perlu persiapan yang matang lho. Salah satu caranya adalah memahami apa saja hal-hal yang perlu kamu lakukan selama FGD. 

Dalam artikel kali ini, Prosple bakal membahas tentang apa saja sih tips-tips yang bisa kamu terapkan supaya bisa lolos dalam tahapan focus group discussion. 

Selain itu, Prosple juga bakalan singgung terkait beberapa contoh studi kasus yang biasanya digunakan dalam FGD. Yuk, simak artikelnya!

Tips lolos focus group discussion

Rekruter umumnya menempatkan beberapa kriteria penilaian untuk menilai kandidat selama tahapan FGD. Meskipun kriteria penilaian bakal bergantung pada kebijakan masing-masing perusahaan, tapi umumnya ada 7 poin kriteria penilaian yang digunakan rekruter dalam FGD. Mulai dari kemampuan problem-solving, teamwork, kemampuan analisisi, kemampuan leadership, komunikasi, kecerdasan emosional, dan sikap inisiatif yang ditujukan kandidat selam proses FGD berlangsung. 

Meskipun kriteria ada banyak penilaian focus group discussion yang perlu kamu perhatikan, tapi tenang saja! Ada banyak lho tips yang bisa dilakukan supaya proses FGD berjalan mulus dan kamu punya kesempatan besar untuk lolos.

Tips paling utama yang bisa kamu lakukan selama FGD adalah memahami baik-baik studi kasus yang diberikan moderator. Setelah memahami kasus yang bakal dibahas, kamu bisa membuat struktur pemikiran dan pendapatmu terkait kasus tersebut. Hal ini bisa membantumu lebih mudah dalam menyampaikan pemikiranmu di hadapan forum diskusi. 

Selain tips di atas, berikut ini adalah 5 tips lain yang bisa kamu lakukan untuk menyiapkan diri menghadapi focus group discussion:

👉 Baca Juga: Mengenal focus group discussion dan 7 kriteria penilaiannya

Pintar menempatkan diri

Tips pertama selama focus group discussion adalah pintar menempatkan diri. Menempatkan diri yang seperti apa, ya? Nah, menempatkan diri di sini maksudnya adalah bersikap tidak terlalu pasif selama diskusi, tapi juga tidak terlalu mononjolkan diri. 

Barangkali kamu sempat berpikir ketika melihat kriteria penilaian inisiatif, kamu berarti harus banget selalu aktif dan berbicara terus selama diskusi tanpa memperhatikan isi dari apa yang kamu sampaikan . Tapi, nyatanya tidak bisa seperti itu. 

Ketika berbicara aktif dalam diskusi, kamu harus menyampaikan sesuatu ide penting yang bisa jadi penyelesaian masalah dari studi kasus yang diberikan. Kalau ada peserta lain yang menyampaikan diskusi, kamu juga harus bisa menempatkan diri untuk tidak terkesan menonjolkan diri dengan selalu menyanggah pendapat orang lain, tanpa memberikan solusi alternatif dari permasalahan tersebut. 

Gali pengetahuan sebanyaknya!

Tips selanjutnya adalah mengumpulkan pengetahuan sebanyak mungkin lewat membaca. 

ataupun isu-isu dan tren terkini yang berkaitan dengan posisi 

Apa saja yang perlu dibaca? 

Pertama, kamu bisa membaca dan mencari tahu tentang perusahaan yang kamu lamar. Misalnya, perusahaaan itu bergerak di bidang apa, apa saja layanan atau service yang ditawarkan perusahaan itu, dan lain sebagainya. 

Kedua, kamu bisa baca terkait isu-isu atau tren terkini yang berkaitan dengan posisi yang kamu lamar. Misalnya, ketika kamu melamar posisi sebagai Management Trainee di bidang marketing, kamu bisa cari tahu tren marketing apa saja yang lagi booming saat ini.

Menjaga sikap

Tips selanjutnya adalah menjaga sikap selama diskusi. Sikap ini bisa kamu tunjukkan dengan tidak memotong pembicaraan atau pendapat yang lagi disampaikan peserta lain. 

Untuk bisa terlihat menjaga sikap dalam diskusi, tentunya kamu juga harus bisa menempatkan diri sebagai peserta, bukannya moderator ataupun seseorang yang mengatur jalannya diskusi. 

Latih gestur tubuh dan kontrol emosi

Dalam mengatur gestur tubuh supaya punya kesan yang baik selama diskusi, kamu bisa memulai berlatih mengatur ataupun memperbaiki gestur tubuhmu. Misalnya, menjaga kontak mata ketika berbicara, tidak menyilangkan tangan ataupun kaki ketika berbicara, membiasakan gerakan tangan ketika berbicara, mengatur volume suara ketika berbicara.

Sementara untuk kontrol emosi, kamu bisa melatih diri untuk selalu berpikir positif dan bersikap tenang ketika menghadapi stress. 

Percaya diri

Selama focus group discussion, hindari sikap minder dan perasaan rendah diri dibanding peserta diskusi lainnya. Kamu juga tidak perlu ragu untuk mendukung ataupun menyanggah pendapat dari peserta lain, tapi pastikan kalau gaya bahasa yang kamu pakai tidak terkesan menyudutkan peserta lain. 

👉 Baca Juga: Bagaimana mengasah dan menonjolkan soft skill saat melamar kerja

Contoh Studi Kasus Focus Group Discussion

Sebelum masuk ke contoh-contoh studi kasus focus group discussion, ada hal lain yang perlu kamu perhatikan. Hal itu adalah pertanyaa-pertanyaan yang umumnya sering diajukan moderator saat FGD. Pertanyaan-pertanyaan tersebut terbagi atas 3 jenis, yaitu pertanyaan pembuka, pertanyaan eksplorasi, dan pertanyaan penutup. 

Pertanyaan pembuka

Pertanyaan pembuka menjadi pertanyaan yang digunakan oleh moderator untuk memulai diskusi setelah lembar studi kasus diberikan. Contoh pertanyaan pembuka di antaranya:

  1. Apa yang kamu ketahui tentang topik diskusi kita hari ini?
  2. Apa yang kamu harapkan dari diskusi kita kali ini?

Pertanyaan eksplorasi

Pertanyaan eksplorasi digunakan moderator untuk mengeksplorasi dan menggali ide atau opini peserta FGD. Contoh dari pertanyaan eksplorasi di antaranya:

  1. Bagaimana kamu mengatasi masalah ini?
  2. Bagaimana kamu menilai masalah ini?

Pertanyaan penutup

Seperti namanya, pertanyaan penutup memang ditujukan untuk mengakhiri diskusi dalam focus group discussion. Pertanyaan penutup bertujuan untuk mengkonfirmasi ulang opini dan hasil diskusi peserta. Contoh dari pertanyaan penutup di antaranya:

  1. Apakah ada ide lain yang ingin disampaikan sebelum mengakhiri diskusi hari ini?
  2. Apakah ada masalah yang belum terselesaikan dalam diskusi hari ini?

Setelah mengetahui bentuk-bentuk pertanyaan yang umumnya dipantik moderator dalam focus group discussion, ini saatnya untuk membahas lebih lanjut beberapa contoh studi kasus yang bakal kamu temukan dalam focus group discussion. 

Dilansir dari Lana Adam, berikut ini adalah 3 contoh studi kasus yang bisa kamu simak:

URUTAN BARANG SAAT KARAM

Pada suatu waktu anda dan tim berada dalam perjalanan menggunakan kapal. Saat ada badai menghantam dan membuat kapal karam, anda diminta untuk mengurutkan 12 barang dari yang paling penting sampai tidak penting yang perlu dibawa untuk bertahan hidup. 

DANA HAJI SAAT PANDEMI

Dana kelola haji mencapai 136 triliun rupiah dan diproyeksikan akan bertambah menjadi 140 triliun rupiah. 54,8 triliun ditempatkan di bank penerima setoran BPS dan BPIH, sementara sisanya diinvestasikan dengan pembagian sebagai berikut: 49,1 triliun untuk sukuk, 31,1 triliun untuk RD, dan 1,1 triliun untuk investasi di bidang lainnya.

Profit yang didapatkan sejauh ini adalah 3,4 triliun dengan proyeksi bertambah sampai 8 triliun di akhir tahun. 

Semua dana ini dimaksudkan untuk menciptakan manfaat untuk penyelenggaraan ibadah haji, maupun sosial ekonomi masyarakat. 

Bagaimana analisis anda dalam memberikan solusi terbaik mengenai pengelolaan dana tersebut? 

PROYEK LRT

Pembayaran proyek LRT oleh Kementerian Perhubungan melalui PT. KAI kepada PT. X mengalami kendala dalam pencairan dana. Hal ini dikarenakan hasil audit BPKP yang belum final. Dari hasil audit sementara, BPKH menilai bahwa biaya pembangunan LRT oleh PT. X terlalu tinggi, sehingga PT. X harus melakukan upaya-upaya tertentu. Apalagi karena pembayaran dana belum cair, PT. X tetap harus menjalankan pembangunan LRT, membayar kontraktor, dan menggaji karyawan. Sehingga biaya operasional perusahaan pun masih tetap harus dikeluarkan dan hal ini mempengaruhi ketersediaan arus kas perusahaan PT. X. 

Itu dia 3 contoh kasus yang umumnya ditemukan dalam focus group discussion. Tapi, perlu kamu ingat bahwa setiap perusahaan bisa saja menggunakan studi kasus yang berbeda. 

Apalagi kasus yang didiskusikan dalam focus group discussion memang punya fokus pada relevansi dengan posisi yang kamu lamar ataupun line of service yang dilakukan perusahaan. 

Jadi jangan lupakan salah satu tips yang sudah Prosple singgung sebelumnya, yaitu gali pengetahuan sebanyak-banyaknya!


Yuk, ikuti terus informasi terbaru dari Prosple dan dapatkan beragam informasi lowongan program akselerasi karir yang menarik dan terbuka untuk kamu, fresh graduates!