Updating Results

Mengenal focus group discussion dan 7 kriteria penilaiannya

Hidayati

Careers Commentator
Masih bingung sama focus group discussion? Simak artikel ini yuk dan dapatkan informasi lengkapnya, dari definisi hingga kriteria penilaian dalam FGD

Apa Itu Focus Group Discussion?

Focus group discussion atau lebih sering dikenal dengan FGD adalah salah satu teknis diskusi dan pengumpulan data dalam penelitian kualitatif. Dalam pelaksanaanya, seorang peneliti atau fasilitator akan mengumpulkan sekumpulan orang yang memiliki latar belakang yang sama untuk untuk berdiskusi terkait topik penelitian tertentu. 

Nah, selain menjadi salah satu metode penelitian, focus group discussion saat ini juga banyak dimanfaatkan sebagai salah satu tahapan dalam proses seleksi pekerjaan. 

Memang tidak semua perusahaan menggunakan FGD sebagai salah satu tahapan seleksi mereka dalam menyeleksi kandidat. Tapi, focus group discussion atau FGD biasanya digunakan oleh perusahaan yang membuka lowongan program akselerasi karir, seperti Management Trainee, Officer Development Program, Management Development Program, dan jenis program akselerasi karir lainnya. 

Hampir mirip dengan pelaksanaan FGD dalam penelitian kualitatif, proses focus group discussion dalam proses seleksi kerja juga dilakukan dengan mengumpulkan sekitar 4-12 kandidat pelamar untuk mendiskusikan studi kasus tertentu secara santai dan cenderung informal. 

Focus group discussion dalam proses seleksi kerja umumnya dipandu oleh seorang moderator yang difasilitasi oleh tim rekruter perusahaan, baik dari tim HRD ataupun user. 

Pentingnya Focus Group Discussion

“Kenapa sih FGD digunakan dalam proses seleksi kerja?”. Pertanyaan seperti ini mungkin sempat terlintas di benakmu, kan?

Nah, focus group discussion dianggap penting karena pelaksanaanya memang ditujukan untuk mengetahui kreatifitas, kemampuan analisis, dan kemampuan berkomunikasi dari para kandidat.

Focus group discussion juga digunakan oleh rekruter untuk menilai kualitas kandidat dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah. 

Apalagi dalam program akselerasi karir biasanya ditujukan untuk mencari calon Leader yang mampu mengemban tanggung jawab yang besar dalam memimpin sebuah tim dan menjalankan proyek kerja perusahaan. 

Pelaksanaan proyek kerja, harmonisasi tim, penyelesaian masalah dengan efisien, dan pengambilan keputusan yang cepat dan tepat jadi pekerjaan sehari-hari yang bakal dialami calon Leader dari program akselerasi karir yang dibuat perusahaan. Untuk alasan inilah kenapa FGD penting dilakukan. Karena melalui FGD ini, tim rekruter bakal bisa menilai dengan seksama bagaimana kemampuan problem-solving, analytical thinking, pengambilan keputusan, keemampuan komunikasi, dan struktur berpikir para kandidat yang mereka seleksi. 

Perbedaan FGD dan LGD

Ketika membahas soal focus group discussion atau FGD, sebenarnya ada satu lagi proses yang hampir mirip dan barangkali malah lebih sering kamu jumpai ketika proses seleksi kerja. 

Tahapan seleksi itu adalah LGD atau leaderless group discussion. Sebagian orang mungkin berpikir kalau dua tahapan ini adalah tahapan yang sama, hanya berbeda nama saja. Apalagi karena dua tahapan ini memang merujuk pada medium seleksi kerja melalui metode diskusi. 

Apakah memang benar begitu? Jawabannya adalah FGD dan LGD itu sebenarnya bisa dibilang cukup berbeda, lho!

Perbedaan utama antara FGD dan LGD terletak pada sistem diskusi yang dilakukan. FGD atau focus group discussion memiliki fasilitator atau moderator yang bertugas mengarahkan diskusi supaya berjalan kondusif dan tetap terarah. Moderator dalam FGD umumnya dilakukan oleh tim rekruter, baik itu dari tim HRD ataupun user. Jadi, dalam focus group discussion, tim rekruter bukan hanya bertugas sebagai penilai para peserta. Melainkan juga punya peran sebagai fasilitator atau moderator dalam diskusi. 

Ini cukup berbeda dengan proses leaderless group discussion. LGD, seperti namanya ‘leaderless’ group discussion tidak difasilitasi seorang moderator selama pelaksanaan diskusi. 

Leaderless group discussion punya fokus untuk memberikan kebebasan kepada para peserta dalam melaksanakan proses diskusi sampai tercapainya final decision. Ketika final decision atau hasil diskusi sudah disepakati oleh semua peserta, akan ada satu orang yang bisa mengajukan diri untuk menyampaikan hasil akhir diskusi tersebut. 

Tim rekruter dalam proses LGD hanya bertugas mengawasi sekaligus menilai para peserta selama proses diskusi berlangsung. 

Kriteria penilaian Focus Group Discussion

Seperti yang sudah Prosple singgung sebelumnya, focus group discussion digunakan rekruter untuk mengetahui dan menilai beberapa soft skills yang dimiliki para kandidat. 

Lalu, apa saja sih hal yang jadi penilaian ketika focus group discussion

Berikut ini adalah beberapa hal yang umumnya jadi bahan penilaian rekruter dalam focus group discussion:

1. Problem-solving atau penyelesaian masalah

Peserta biasanya dinilai terkait bagaimana mereka bisa memproses studi kasus yang diberikan panitia dan membuat analisis penyelesaian masalahnya.

2. Teamwork atau kerja sama

Karena teamworking ini penting di dunia kerja, maka penilaian teamworking selama FGD pun dinilai. Salah satu contohnya adalah sikap peserta bisa berdiskusi bersama untuk mencapai hasil diskusi yang disepakati. 

3. Inisiatif

Sikap inisiatif selama FGD bisa ditunjukkan dengan kemauanmu untuk berperan aktif dalam diskusi. Misalnya, menyampaikan ide terbaru untuk penyelesaian kasus dalam diskusi ataupun inisiatif mencatat proses dan hasil diskusi sebagai Notulen diskusi. 

4. Analisis

Penilaian ini masih berkaitan dengan problem-solving. Kemampuan analisismu dinilai setelah kamu diberikan lembaran studi kasus dan menganalisis kasus serta permasalahannya sebelum kamu sampaikan ke forum. 

5. Leadership

Leadership di sini tidak merujuk pada sikap mengatur orang lain. Sikap leadership yang dinilai dalam FGD biasanya lebih merujuk pada sikapmu dalam menempatkan diri selama diskusi, supaya diskusi tetap berjalan dengan baik, terarah, dan menghasilkan hasil diskusi yang disepakati bersama. 

6. Komunikasi

Kemampuan komunikasi bisa kamu tunjukkan dengan penyampaian hasil analisismu ke dalam forum dan memantik diskusi forum. Selain itu, kamu juga bisa menunjukkan kemampuan komunikasimu dengan memberikan pendapat yang bisa mempengaruhi peserta lain untuk mendukung pendapat yang kamu sampaikan itu. 

7. Kecerdasan Emosional

Kecerdasan emosional bisa kamu tunjukkan dengan mengontrol sikapmu, terutama dengan menghargai pendapat peserta lain yang mungkin bertolak belakang dengan pendapatmu. Tunjukkan kalau kamu adalah tipe orang yang tenang dan tidak mudah tersulut emosi ketika menemukan hal yang tidak sesuai dengan ekspektasi ataupun pemahamanmu. 

Nah, itu dia hal-hal yang perlu kamu ketahui tentang focus group discussion. 

Buat kamu yang masih penasaran tentang informasi FGD lainnya, yuk kunjungi laman Prosple sekarang!