Updating Results

Cara Membuat CV Untuk Magang & Fresh Graduate

Alta Windiana

Careers Commentator
Panduan terlengkap menulis CV untuk mahasiswa dan Fresh Graduate

1. Seberapa pentingkah sebuah CV?

Saat kamu mulai masuk ke dunia kerja, sebuah CV akan menjadi kesan pertama yang dilihat oleh para rekruter atas dirimu dan keunggulanmu. Jadi kalau ditanya “Emang CV tuh penting banget ya?” Jawabannya, IYA. CV-mu adalah kunci yang membuka jalan menuju karir impianmu dan mengawali proses rekrutmen di perusahaan yang kamu tuju.

Makanya, proses menulis CV kadang bisa bikin para Fresh Graduate bingung dan overthinking. Tapi jangan khawatir, kami punya panduan lengkap yang bisa membantu kalian untuk menulis CV dengan baik dan benar.

Di era digital saat ini, saat software komputer bisa mengotomatisasi segalanya (termasuk CV!), kenapa para rekruter masih memintamu untuk mengirim CV buatanmu sendiri? Jawabannya, karena CV adalah cerminan diri si pelamar. Bukan hanya sebatas riwayat pendidikan atau deretan pengalaman, CV juga bisa mengungkapkan cara berpikir seseorang. CV yang berantakan, membingungkan dan penuh typo pastinya bukan pertanda yang baik. Sebaliknya, kalau CV-mu terlihat rapi, efisien dan mudah dibaca, tentunya para rekruter akan beranggapan bahwa kamu berpotensi untuk mewakili perusahaan mereka dengan baik juga. 

2.  Seberapa Panjangkah CV yang Ideal?

Sebelum memulai, ingat bahwa CV yang ideal hanya terdiri dari 1 (satu) halaman A4, atau maksimal 2 (dua) halaman saja. Jangan keasyikan menulis kisah kehebatan karir dan prestasi yang kamu punya sampai berlembar-lembar. Inget, kamu bukan Elon Musk. HRD bakal mager duluan saat melihat CV-mu lebih dari 2 halaman. Mereka bukan cuma akan baca punyamu, tapi juga ratusan kandidat lain dalam sehari.

3. Bagaimana struktur CV yang baik? Informasi apa saja yang harus dimasukkan?

Isi CV milik Fresh Graduate dapat dibagi menjadi beberapa subjudul:

I. Data Pribadi

II. Ringkasan (opsional)

III. Riwayat Pendidikan

IV. Pengalaman Kerja

V. Informasi tambahan yang bersifat opsional, seperti: Hobi, pengalaman organisasi, prestasi, penghargaan yang pernah diterima, serta keterampilan lain. 

Ayo kita bahas dengan mendetail, satu-persatu!

I. Data Pribadi

slide1

Taruh namamu sebagai judul utama. Tidak perlu menulis ‘CV’, ‘Resume’ atau ‘Curriculum Vitae’ – tanpa ditulis pun para rekruter sudah tahu, kok. 

Selanjutnya di bawah namamu, tulis data pribadimu seperti:

  • Tempat dan tanggal lahir
  • Nomor telepon
  • Alamat email (Tips: hindari nama alamat email yang konyol dan gak profesional)
  • Alamat rumah

Selain itu, kamu boleh (tapi gak wajib) memasukkan informasi tambahan di bawah ini:

  • Pekerjaanmu saat ini. Untuk Fresh Graduate yang sedang magang, freelance atau bekerja part-time, kamu bisa menyebutkan info ini, asal pekerjaanmu yang sekarang relevan dengan posisi yang akan kamu lamar.
  • ·Link ke profil media sosial. Kalau isi akun media sosialmu terlihat cukup profesional atau berisi portfolio yang bakal menarik calon rekrutermu, boleh sertakan link ke LinkedIn, Twitter, Instagram, Website atau Blog, Behance dan sebagainya.

II. Ringkasan (opsional)

Slide2

Ringkasan (summary) atau yang sering diberi judul ‘Profile’, ‘Overview’, ‘Tentang Saya’, dan sebagainya, biasanya digunakan untuk merangkum pengalaman kerja atau perjalanan karir seseorang. Untuk seorang Fresh Graduate, hal ini tentu belum terlalu dibutuhkan.

Tetapi kamu bisa menggambarkan karakteristik dan kelebihan kamu secara umum. Hindari kalimat-kalimat klise nan ‘aman’ yang sering ditemukan di banyak CV lain, seperti ‘mampu bekerja di bawah tekanan’, ‘jujur dan pekerja keras’ atau ‘team player’. Karena seringnya dipakai, kata-kata tersebut jadi cenderung membosankan dan mulai kehilangan maknanya sehingga tidak akan menambah value pada CV-mu.  

Kalau kamu sulit menemukan dan menulis poin-poin yang berbobot, lebih baik skip bagian ini supaya kamu bisa hemat tempat (dan waktu) untuk hal penting lainnya pada CV-mu.

Di sisi lain, ringkasan yang ditulis dengan jelas dan tepat bisa menjadi salah satu cara untuk ‘berkenalan’ denganmu, terutama kalau kamu akan men-submit CV tanpa cover letter atau formulir pendaftaran.

Kalau kamu masih beranggapan bahwa ringkasan ini diperlukan, tulis dengan singkat dan padat, contohnya:

  • “Sebagai sarjana Bisnis Universitas ABC, saya ingin meraih kesempatan untuk bergabung di DEF Digital Venture sebagai Business Analyst. Berbekal ilmu Analytical Business serta passion di bidang entrepreneurship, saya bercita-cita untuk ikut berpartisipasi membangun industri ini melalui penciptaan karya bisnis yang inovatif dan ground-breaking.”
  • “Seorang calon Graphic Designer dari Institut Seni XYZ yang sedang mencari kesempatan magang di salah satu Digital Agency terbaik di Indonesia.”

III. Riwayat Pendidikan

Slide3

Selain gelar sarjana dan riwayat pendidikan formal, bagian ini bisa juga diisi training, akreditasi atau sertifikasi lain yang berhubungan dengan industri perusahaan yang dituju. Kamu juga bisa menyertakan IPK atau nilai akhir dari pendidikanmu.

Urutkan klasifikasi dari yang paling relevan atau baru diraih, dalam hal ini, mulai dari gelar sarjana. Bila memungkinkan, masukkan informasi berikut pada masing-masing kualifikasi:

  • Nama institusi
  • Jangka waktu (bulan/tahun dimulai dan saat selesai)
  • IPK atau nilai akhir
  • Penghargaan atau prestasi yang pernah diraih
  • Judul skripsi atau penelitian (opsional)

Informasi yang lebih spesifik hanya perlu ditambahkan bila masih berhubungan dengan posisi yang akan kamu lamar. Misalnya, kamu punya judul skripsi atau penelitian yang banyak melibatkan angka, akan berguna kalau kamu melamar untuk lowongan di bidang keuangan dan teknik mesin. Sama halnya bila kamu pernah berprestasi di bidang tertentu yang masih berhubungan dengan pekerjaan incaranmu, hal ini bakal jadi nilai plus buatmu.

IV. Pengalaman

slide4

Harus nulis apa kalau belum berpengalaman kerja?

Namanya juga Fresh Graduate, pasti masih minim pengalaman, atau bahkan belum punya sama sekali.

Untungnya, para perusahaan memaklumi hal ini dan akan mempertimbangkan pengalaman, kegiatan atau pencapaianmu di luar dunia kerja profesional.

Di bagian ini kamu bisa memasukkan informasi mengenai:

  • Posisi sebagai relawan atau volunteer
  • Kegiatan amal
  • Kontribusimu di kegiatan kampus atau perkumpulan lainnya
  • Peranmu di organisasi atau kegiatan olahraga
  • Pekerjaan freelance
  • Pekerjaan part-time
  • ·Magang

Lagi-lagi ingat untuk hanya memasukkan pengalaman yang berhubungan dengan posisi yang kamu lamar. Urutkan mulai dari yang terkini dan sertakan:

  • Nama organisasi
  • Posisi atau jabatanmu
  • Jangka waktu (bulan/tahun dimulai dan saat selesai)
  • Deskripsi singkat tugas dan kewajibanmu

Bila diperlukan, sertakan juga keterangan singkat mengenai organisasi yang kamu ikuti, bila nama organisasi tersebut belum menjelaskan kegiatan di dalamnya.

Bagaimana cara  yang tepat untuk menceritakan pengalaman yang ada?

Tujuanmu di bagian ini adalah menjelaskan pengalamanmu kepada pembaca CV-mu nanti (ingat, dia belum kenal kamu, jurusanmu atau kegiatanmu) dan meyakinkannya bahwa kamu orang yang tepat untuk direkrut.

Pada masing-masing pengalaman, sertakan deskripsi singkat tugas dan kewajibanmu saat itu. Tambahkan beberapa bullet points bila perlu, agar mudah dibaca. Pakailah kerangka berpikir ‘STAR’ (Situation, Task, Action, Result) untuk menjelaskan detail berikut:

  • Gambarkan situasimu saat itu (posisi yang dipegang atau tantangan yang dihadapi).
  • Jelaskan tugas dan tanggung jawabmu
  • Tambahkan tindakan spesifik yang kamu lakukan dalam menyelesaikan tugas.
  • Terakhir, gambarkan hasil pencapaian, pembelajaran atau kontribusimu.

Bagian ‘Pengalaman’ ini memang yang paling menantang untuk diisi oleh para Fresh Graduate. Simak beberapa tips di bawah ini:

  1. Buat setiap pengalamanmu – apapun itu, relevan dengan pekerjaan yang kamu lamar. Mungkin kamu memang belum memiliki pengalaman yang ‘profesional’, tetapi kamu bisa menghubungkan pengalaman apapun yang kamu punya dengan pekerjaan atau kualifikasi yang kamu inginkan. Contohnya, jangan Cuma tulis kamu ‘bekerja sebagai waiter/waitress’ – Jelaskan bagaimana kamu menggunakan skill customer service yang mumpuni, kemampuan menangani konflik dan manajemen waktu dalam menangani restoran dengan kapasitas lebih dari 100 orang.
  2. Sertakan bukti atau angka konkrit dalam setiap ceritamu. Gunakan kata kerja aktif seperti ‘mendesain’, ‘membangun’ atau ‘mengorganisir’ untuk meyakinkan para rekruter atas tindakan nyatamu. Sisipkan angka atau data  yang pasti untuk menggambarkan seberapa banyak, atau seberapa besar project yang kamu tangani, agar para rekruter memahami hasil kerjamu.
  3. Keep it simple. Hindari jargon-jargon sulit, tahan keinginan untuk pamer. Orang yang akan membaca CV-mu nanti mungkin kurang memahami industri yang kamu tekuni, jadi tulis dengan sesimpel mungkin agar dimengerti oleh orang awam.
  4. Hindari kalimat-kalimat klise yang pasaran, seperti ‘mampu bekerja di bawah tekanan’, ‘bisa multitasking’, ‘siap lembur’ dan sebagainya. Bila kenyataannya hal-hal tersebut memang penting untuk menceritakan pengalamanmu, jabarkan dengan bukti yang nyata.  

Berikut contoh untuk mempraktekkan tips-tips di atas:


Daripada hanya menulis…

Lebih baik tambahkan...
Data entry dan analisis di Ms. Excel. ✅ Membuat model data histori finansial di Ms.Excel untuk menganalisa hubungan antara harga komoditi dan keuntungan perusahaan..
❌ Bekerja sebagai waiter di restoran yang melayani pelanggan dan menangani event. ✅ Menangani restoran berkapasitas 100 orang dengan menerapkan skill customer service, penanganan konflik dan manajemen waktu.
❌ Ketua komite sepak bola. ✅ Memimpin komite sepak bola dan rutin menyelenggarakan event olahraga yang dihadiri 200-300 orang setiap tahunnya.
❌ Guru les yang mengajar siswa SMA. ✅ Mengembangkan materi pengajaran, sistem marketing, dan strategi pricing untuk membangun bimbingan belajar rumahan bagi siswa SMA.
❌ Memimpin tim akademik kampus untuk mengatur program tutorial bagi mahasiswa ✅ Merencanakan dan memimpin program akademik untuk 230 orang mahasiswa dari 8 jurusan, sehingga meraih persentase kelulusan sebesar 98%
❌ Editor artikel-artikel yang ditulis oleh mahasiswa jurnalistik ✅ Me-review 25-30 artikel setiap minggu untuk menentukan kelayakan terbit, hingga memilih dan mengedit 5 artikel untuk diterbitkan
❌ Admin online shop yang menjual baju dan sepatu. ✅ Menangani kegiatan marketing dan penjualan ‘ABC online Shop’ di berbagai e-commerce. Menerapkan strategi pemasaran WOM dan after-sales service sehingga ‘ABC online Shop’ dapat mengalami kenaikan penjualan sebesar 27% di akhir 2021

V. Informasi tambahan (opsional)

slide5

Sebagai Fresh Graduate yang menghadapi persaingan ketat buat dapet kerja, mungkin kamu pernah berpikir kalau tantanganmu bukan cuma terbatasnya pengalaman, tapi juga banyaknya pelamar dengan latar belakang pendidikan yang sama denganmu.

Terus apa dong yang bisa bikin beda? Nah, itu akan kita bahas di part ini!

Ada 3 (tiga) subjudul yang bisa kamu pakai untuk bagian ini:

  1. Prestasi & Penghargaan
  2. Keterampilan
  3. Hobi

Perlu diingat bahwa bagian ini opsional banget, alias boleh di-skip kalau kamu sudah merasa cukup dengan empat bagian sebelumnya. Kalau kamu mau pakai, lebih baik gabungkan informasimu dalam satu atau dua subjudul saja, tergantung tempat yang tersisa.

Prestasi & Penghargaan

Sebenarnya list prestasi bisa kamu masukkan di bagian ‘Riwayat Pendidikan’. Tapi kalau piala-piala di lemarimu sudah melimpah ruah, sub judul ini bisa membuat deretan prestasimu lebih menonjol dan mudah dibaca.

Tulis deskripsi pendek untuk setiap penghargaan yang diraih, karena tidak semua orang familiar dengan nama-nama award yang ada. Jangan lupa untuk mengurutkan dari prestasi terbaru dan paling relevan dengan posisi yang kamu kamar.

Keterampilan

Bagian ini adalah kesempatanmu untuk memaparkan skill yang berhubungan dengan jabatan yang kamu lamar. Kalau jumlah keterampilanmu cukup banyak,kamu bisa membaginya lagi ke beberapa sub judul tambahan seperti ‘Bahasa Asing yang Dikuasai’ atau ‘Kemampuan Programming’.

Sebaiknya hindari memasukkan skill yang hampir dimiliki semua orang, seperti mengoperasikan email atau Microsoft Word. Karena di era digital seperti masa sekarang, hal ini akan membuatmu terlihat gaptek dan ketinggalan jaman.

Hobi

Sama dengan bagian ‘Rangkuman’ atau Profil, bagian ini lebih baik di-skip bila kamu tidak mempunyai hal yang mengesankan untuk ditulis. Kalau kamu memiliki hobi atau kegiatan ekstrakurikuler yang unik dan menarik seperti olahraga dan travelling, bagian ini akan menunjukkan kedalaman karakter selain kecerdasan akademik.

Jika kamu bisa menulis bagian ini dengan baik dan benar, para rekruter akan merasa penasaran untuk bertemu dan bertanya-tanya secara langsung. Namun jika hobimu sebatas ‘Nonton Netflix’ atau ‘Hangout bersama teman-teman’, sebaiknya skip aja bagian ini.

4. Bagaimana desain dan layout yang baik untuk sebuah CV?

Tidak ada ukuran atau standar format yang pasti untuk desain dan layout CV. Setiap individu memiliki keunikan masing-masing, sehingga kamu bebas untuk mengekspresikan segala kelebihan dan kepribadianmu.

Namun apapun format yang kamu pilih, syarat utamanya adalah harus mudah dan jelas dibaca. Berikut adalah beberapa tips dasar yang bisa kamu terapkan:

  • Simpel dan konsisten. Format yang terlalu rumit bakal bikin rekrutermu malas membaca. Buat format yang konsisten untuk membantunya membaca dan menemukan poin-poin penting yang kamu tulis.
  • Font yang mudah dibaca. Kalau masih tidak yakin mau pakai font apa, pilihan paling aman adalah Calibri, yang dapat terbaca jelas baik untuk isi maupun sub judul. Jangan maksa untuk mengecilkan ukuran font supaya CV-mu bisa muat banyak. Ukuran ideal adalah 11-12 point dan minimum 10 point untuk mencegah sakit mata. Gunakan fitur bold atau italic untuk meng-highlight poin-poin penting.
  • Gunakan sub judul dan bullet points. Sub judul dapat memudahkan para rekruter untuk mencari bagian tertentu, sedangkan bullet points dapat menggantikan paragraf panjang menjadi list poin-poin penting agar lebih mudah dibaca.
  • Sisihkan white space atau ruang kosong, supaya CV-mu tidak terkesan terlalu penuh dan padat.

Kalau masih butuh referensi, klik artikel Template CV Keren dan Gratis Buat Fresh Graduate  dan pilih desain yang paling sesuai untuk isi CV-mu. 

5. Tahap review dan finalisasi

  • Minta bantuan teman atau keluargamu untuk membaca ulang CV-mu. Siapa tahu mereka bisa menemukan kesalahan atau typo yang terlewat.
  • Cobalah untuk berkonsultasi di layanan Career Center kampusmu, untuk mendapatkan feedback tambahan.
  • Kalau kamu sudah puas dengan hasilnya, simpan file-mu dengan format PDF.
  • Ubah nama file PDF-mu menjadi judul yang simpel namun profesional, seperti “Kirana Larissa CV” (dan bukan “Kirana_CV_Revisi_Akhir_Banget”).
  • Baca ulang file PDF-mu sebelum dikirim, pastikan kamu mengirim versi yang benar.

6. FAQ

I. Foto seperti apa yang harus dilampirkan di CV?

Meski bukan kewajiban yang mutlak, memasang foto diri di CV-mu dapat menjadi nilai tambah tersendiri, terutama bila pekerjaan yang kamu lamar akan menuntutmu untuk berhadapan langsung dengan customer, klien atau publik.

Berikut tips agar foto profil di CV-mu tampak profesional:

  • Sebaiknya pilih foto close up (dada ke atas) atau medium close up (pinggang ke atas) dengan angle wajah frontal, agar wajahmu terlihat jelas.
  • Kenakan pakaian sopan dan rapi, sesuaikan dengan pekerjaan yang kamu lamar. Pakai jas atau blazer untuk kesan resmi, atau cukup pakaian bertema smart casual bila kamu melamar ke lapangan kerja yang dresscode-nya lebih santai, seperti media atau agency.
  • Hindari memakai make-up yang terlalu tebal, atau bahkan filter beauty cam yang berlebihan. Tampil alami dengan senyum serta ekspresi yang natural dan menyenangkan, itu sudah cukup menarik kok.
  • Pastikan foto tersebut adalah foto terbarumu, bukan diambil lebih dari 5 atau 10 tahun yang lalu.

II. Jenis file apa yang harus digunakan?

Selalu kirim CV-mu dalam format PDF, kecuali rekrutermu secara spesifik meminta format lain. Karena sesuai namanya - Portable Document Format’, format ini akan ‘mengunci’ tampilan CV-mu meski dibuka dengan software, hardware atau device yang berbeda-beda. Tampilan CV-mu akan sama dengan yang kamu simpan di komputermu dan menghindari pergeseran-pergeseran konten, gambar atau paragraf.

III. Haruskah menyertakan referensi pada CV?

Tidak. Jika perusahaan pembuka lowongan tidak memintanya, skip bagian ini untuk menghemat tempat pada CV-mu. Referensi bisa kamu berikan di tahap selanjutnya dalam proses rekrutmen.

Kecuali, jika referensimu bisa sangat berpengaruh dalam mendapatkan pekerjaan yang kamu inginkan. Kamu boleh menyertakannya bila referensimu adalah orang yang sangat terkenal atau memiliki jabatan tinggi di industri yang kamu tuju.

IV. Informasi apa saja yang sebaiknya tidak disertakan dalam CV?

  • Tidak perlu memasukkan SEMUA riwayat pengalaman kerjamu yang tidak relevan, apalagi bila pekerjaan yang hanya berlangsung kurang dari 3 bulan dan sudah berakhir lebih dari puluhan tahun lalu.
  • Hindari memasukkan pandangan pribadi tentang isu agama dan politik yang tidak berhubungan dengan pekerjaan.
  • Pada tahap ini, jangan menuliskan tuntutanmu pada perusahaan (seperti batasan jam kerja yang kamu mau, atau permintaan tunjangan tertentu). Hal ini bisa kamu tanyakan nanti di proses interview.
  • Infografik berisi penilaian kemampuan pribadi mungkin kelihatan keren, tapi hal tersebut seringkali tidak berdasar, sehingga tidak akan menjadi bahan pertimbangan para rekruter.

V. Tips lain

  • Buatlah ‘versi komplit’ dari CV-mu yang berisi semua informasi dan pengalamanmu, tanpa dikurang-kurangi. Nantinya, kamu bisa menyesuaikan isinya sesuai dengan pekerjaan atau perusahaan yang akan kamu lamar.
  • Jika kamu tidak punya Ms. Word (atau software lain yang bisa mengubah CV-mu ke format PDF), gunakan Google Docs untuk menulis CV-mu, kemudian download dalam versi PDF.
  • Pastikan semua informasi yang kamu tulis jujur dan terbukti kebenarannya. Anggaplah bahwa rekrutermu akan meng-cross check fakta-fakta di dalamnya. Bahkan pada proses interview, seringkali kamu akan diminta untuk menjelaskan isi CV-mu secara lebih mendalam.
  • Saat kamu mengirim atau meng-upload CV-mu, pastikan kamu mengikuti SEMUA langkah yang diminta atau dibutuhkan. Bila kamu harus mengisi formulir lamaran kerja, jawab semua pertanyaan dengan baik.

Setelah berhasil mengikuti semua langkah dan tips di atas, kamu bisa mulai mencari lowongan karir impianmu di Prosple dan segera kirimkan CV andalanmu! Good luck!